Saturday, 5 December 2015

Gempar Foto Via Vallen dalam Soal UAS di Sukoharjo

Video, Foto & Berita Via Vallen


DANGDUTBERISIK.com - Sekitar dua pekan ini siswa-siswi sekolah dari tingkat SD/MI sampai SMA/MA/SMK sedang menjalani Ulangan Akhir Semester (UAS). UAS ialah bentuk evaluasi dari pembelajaran yang dilakukan sepanjang satu semester. Artinya, apa yang ada dalam soal UAS merupakan cermin dari apa yang diajarkan oleh guru atau apa yang termuat pada panduan kurikulum dalam satu semester.



Melihat separuh soal UAS yang dikerjakan oleh anak-anak sekolah, kita tampaknya akan kembali mengelus dada, atau setidaknya mengerutkan kening. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo menemukan separuh soal yang mengandung hal-hal yang tidak seharusnya ada pada pelajaran sekolah. Di Sukoharjo diduga setidaknya ada tiga soal tes pada 3 mata pelajaran yang berbeda yang soal UAS-nya tidak pantas disebut mendidik.




[caption id="" align="aligncenter" width="400"]Via Vallen sangpencerah.com Via Vallen sangpencerah.com[/caption]



Berdasarkan salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) , ketiga soal UAS tersebut awalnya diupload oleh seorang guru SMK pada grup whatsapp dan sempat membuat gempar guru-guru anggota grup tersebut. Dan setelah dilacak fakta fisiknya, baru satu soal, yaitu foto artis yang jelas ada dan ditemukan. Untuk dua foto yang lain masih dilacak bahan fisiknya. Disangka dua soal lain yang terpencar fotonya tersebut merupakan soal yang diujikan di sekolah negeri.


Ditanya mengenai siapa yang bertanggungjawab terhadap soal tersebut, salah satu guru PAI ini mengatakan kalau soal-soal itu dibuat langsung oleh Dinas Pendidikan dan sekolah hanya memakai saja.


Pada mapel Penjaskes, siswa ditanya berkenaan macam gaya pacaran yang sehat. Pada mapel Seni Budaya termuat foto artis wanita bergaya seronok yang isi pertanyaannya untuk menyebutkan gambar penyanyi apakah yang ada pada foto tersebut. Akhirnya pada mapel Bahasa Indonesia terkandung lirik tembang yang di antara isinya perkara bercumbu, merayu dan bencinta.


Ini terjadi bukan kali pertama, dan selalu kembali terulang. Jika di sekolah yang seharusnya bersifat akademik saja anak-anak diajari pacaran, bercumbu dan merayu, lantas apa yang mampu kita harapkan darinya? Mau dibawa kemana sebenarnya arah pendidikan kita ini ?



Baca Juga: [su_posts template="templates/list-loop.php" posts_per_page="3" tax_operator="0" order="asc" orderby="rand"]


EmoticonEmoticon