Friday, 24 April 2015

Dapat Hadiah Mobil, Warga Miskin di NTT ini Malah Bingung

Warga Miskin di NTT Menangkan Undian Mobil, Bingung Mobilnya Mau Diapakan


Mery Daton warga NTT penjual sayur keliling ini mengaku masih belum percaya bahwa dirinya memenangkan hadiah utama dari sebuah event undian bank berupa mobil Ayla berwarna putih.


Di rumah berdinding bambu yang jadi tempat tinggalnya sekarang ini adalah milik kerabatnya, yang dipinjamkan ke Mery. Di rumah tersebut menaungi mobil puti hadiah dari bank. Agar mobil tida berdebu, Mery menutup rapat mobilnya dengan terepal warna biru.




[caption id="" align="alignnone" width="488"] Mery dan Mobil via Sukoco Kompas[/caption]

“Saya masih belum percaya kalau menang undian. Petugas bank yang ke sini pun sampai membacakan sendiri surat pemberitahuan bahwa saya menang undian mobil. Saya pikir menipu, sampai saya diundang ke bank seminggu setelah pemberitahuan baru saya percaya,” ujar Mery, Kamis (24/4/2015) kepada Kompas.


Mery sendiri tidak tahu pasti mau diapakan hadiah mobil undian tersebut. Untuk memanasi mobil sesekali, Mery mengaku minta tolong kepada pemilik tanah tempatnya menumpang. Sejak diterima lebih dari sebulan lalu, mobil warna putih itu belum pernah keluar dari garasi bambu yang didirikan Mery.


Padahal, sudah ada sejumlah warga yang pernah datang ke gubuknya untuk menawar mobil undian tersebut.


“Ada beberapa warga yang menawar Rp 70 juta. Pokoknya saya bersih terima Rp 70 juta, dia sendiri yang akan ngurus surat suratnya ke Tarakan. Tapi kami tidak mau jual,” imbuhnya. Mery mengaku masih menunggu suaminya yang bekerja di Malaysia sebagai buruh migran.,Dia menyerahkan kepada suaminya nanti apakah mobil itu mau dijual untuk beli tanah atau mau dibawa pulang ke kampung halaman di NTT.


”Masih nunggu suami dari Malaysia. Terserah nanti mau dijual atau dibawa pulang ke NTT,” tuturnya. Saat nama Mery keluar sebagai pemenang, petugas bank mengaku sempat bingung mencari alamat Mery. Petugas bank itu mengaku butuh waktu seminggu untuk mencari alamat Mery.


“Undiannya akhir Februari kemarin. Kami memang agak kesulitan mencari alamat pemenang. Kami kira TKI karena biasanya begitu. Kami memang harus mencarinya karena kalau tidak diketahui alamat pemenangnya selama satu bulan, maka kami akan menghibahkan mobil tersebut ke instansi pemerintah,” ujar pegawai bank yang enggan disebutkan namanya. (Sukoco, Kompas)


EmoticonEmoticon